PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Jarum jam baru saja melewati pukul 18.30 WIB ketika sebuah mobil dinas pengawalan tiba di gerbang Lapas Perempuan Pangkalpinang, Jumat petang (22/5/2026).
Dari dalam mobil, melangkah turun Hellyana.
Wakil Gubernur Bangka Belitung (Babel) itu baru saja kembali ke Lapas, setelah diberi izin singkat untuk melepas kepergian belahan jiwanya.
Hanya sehari sebelumnya, Kamis (21/5/2026), Hellyana membawa segenggam kesedihan tak terkira.
Sang suami tercinta, Herry Setyobudi (63), mengembuskan napas terakhirnya pada Rabu (20/5/2026) siang.
Atas dasar kemanusiaan, Ketua Pengadilan Negeri Pangkalpinang memberikan izin khusus bagi Hellyana untuk terbang ke Jakarta, melayat sang suami yang juga merupakan mantan hakim tersebut.
Baca juga: Air Mata Hellyana Tumpah
Di bawah pengawalan pihak Kejaksaan Negeri Pangkalpinang, Hellyana tiba di rumah duka di Jakarta.
Di depan jasad sang suami, ketegaran sang Wakil Gubernur runtuh seketika.
Air matanya tumpah ruah, meratapi kenyataan pahit bahwa ia tak berada di samping suaminya di saat-saat terakhir akibat status hukumnya.
Pemandangan penuh emosi ini terasa sangat kontras jika dibandingkan dengan sosok Hellyana yang selama ini dikenal tegar dan tenang saat duduk di kursi pesakitan pengadilan.
Jalan Hidup Hellyana
Nasib seolah sedang mempermainkan hidup Hellyana dengan begitu drastis.











