PANGKALPINANG, JURNALINDONESIA.CO – Sampai April 2026, tercatat ada 43 orang yang terjangkit HIV di Kota Pangkalpinang.
Kondisi ini sangat memprihatinkan, apalagi penderitanya didominasi kaum LSL (Lelaki Seks Lelaki) atau penyuka sesama jenis.
Hal inilah yang menjadi perhatian banyak pihak.
Melalui sinergi antara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang, komunitas, dan media, Kota Pangkalpinang menargetkan tercapainya program global Three Zero pada 2030, yakni Zero Infeksi Baru, Zero Kematian Terkait AIDS, dan Zero Stigma dan Diskriminasi.
Oleh karena itu upaya penanganan Human Immunodeficiency Virus (HIV) di Kota Pangkalpinang terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.
Baca Juga: Sebanyak 43 Kasus Baru HIV di Pangkalpinang
Meski angka kasus yang tercatat belakangan meningkat, kondisi tersebut disebut sebagai dampak positif dari aktifnya kegiatan deteksi dini di tengah masyarakat.
Pengelola Program HIV KPA Kota Pangkalpinang, Yossie, mengatakan peningkatan jumlah temuan kasus menunjukkan semakin banyak masyarakat yang berhasil dijangkau melalui screening massal bersama Dinas Kesehatan Kota Pangkalpinang (Dinkes).
“Kasus yang ditemukan memang terlihat meningkat, tetapi itu karena proses screening sekarang semakin masif. Artinya, kasus yang sebelumnya tidak terdeteksi mulai berhasil ditemukan,” kata Yossie kepada jurnalindonesia.co, dilansir Jumat (22/5/2026).
Ia menjelaskan, Pemerintah Kota Pangkalpinang kini juga terus memperluas akses layanan pengobatan bagi Orang Dengan HIV (ODHIV).













