JURNALINDONESIA.CO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang menilai penanganan kasus HIV/AIDS masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjangkau kelompok masyarakat dengan tingkat mobilitas tinggi seperti buruh bangunan hingga Anak Buah Kapal (ABK).
Pengelola Program HIV KPA Kota Pangkalpinang, Yossie, mengatakan kelompok pekerja tersebut termasuk kategori rentan karena sebagian berada jauh dari keluarga dan memiliki perilaku seksual berisiko selama berada di perantauan.
“Kelompok berisiko ini seperti buruh tani, buruh bangunan, hingga ABK. Mereka cukup rentan karena ada yang berganti-ganti pasangan,” ujar Yossie kepada jurnalindonesia.co, Kamis (21/5/2026).
Ia menjelaskan, banyak pekerja bangunan di Pangkalpinang berasal dari luar daerah sehingga mobilitas mereka cukup tinggi.
Baca juga: Penderita HIV di Pangkalpinang Didominasi LSL
Kondisi itu membuat proses edukasi maupun pengawasan kesehatan menjadi tidak mudah dilakukan secara maksimal.













