banner 728x90

Tantangan Tangani HIV di Pangkalpinang, KPA: Ada Kelompok Berganti-ganti Pasangan

Avatar
Pengelola Program HIV KPA Kota Pangkalpinang, Yossie. Foto: JI/Mita
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang menilai penanganan kasus HIV/AIDS masih menghadapi berbagai tantangan, terutama dalam menjangkau kelompok masyarakat dengan tingkat mobilitas tinggi seperti buruh bangunan hingga Anak Buah Kapal (ABK).

Pengelola Program HIV KPA Kota Pangkalpinang, Yossie, mengatakan kelompok pekerja tersebut termasuk kategori rentan karena sebagian berada jauh dari keluarga dan memiliki perilaku seksual berisiko selama berada di perantauan.

“Kelompok berisiko ini seperti buruh tani, buruh bangunan, hingga ABK. Mereka cukup rentan karena ada yang berganti-ganti pasangan,” ujar Yossie kepada jurnalindonesia.co, Kamis (21/5/2026).

Ia menjelaskan, banyak pekerja bangunan di Pangkalpinang berasal dari luar daerah sehingga mobilitas mereka cukup tinggi.

Baca juga: Penderita HIV di Pangkalpinang Didominasi LSL

Kondisi itu membuat proses edukasi maupun pengawasan kesehatan menjadi tidak mudah dilakukan secara maksimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses