JURNALINDONESIA.CO – Pagi itu, Selasa (19/5/2026), suasana di Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang tampak lebih hidup dari biasanya.
Di tepi kolam ikan yang tenang, enam orang warga binaan berdiri berdampingan dengan para petugas.
Di tangan mereka, ada ember-ember besar berisi kehidupan baru: 4.000 ekor bibit ikan lele dan patin yang siap dilepaskan ke air.
Bagi sebagian orang, ini mungkin hanya ritual menebar benih ikan biasa.
Namun bagi keenam warga binaan tersebut, ribuan bibit yang berenang lincah itu adalah simbol harapan, keterampilan baru, dan jembatan untuk kembali ke masyarakat dengan kepala tegak.
Belajar Mandiri Lewat Bau Amis Kolam
Mengenakan pakaian kerja, para warga binaan dengan telaten melepas bibit-bibit ikan tersebut ke rumah barunya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian bidang perikanan yang digagas oleh Lapas Narkotika Pangkalpinang.
Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Pangkalpinang, Novriadi, yang ikut turun langsung ke kolam, memandang program ini bukan sekadar aktivitas mengisi waktu luang.
“Kegiatan ini adalah langkah nyata kami dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan terkait ketahanan pangan. Namun yang lebih penting, ini adalah sarana pembinaan produktif. Kami ingin mereka punya keterampilan praktis yang bisa menjadi modal hidup saat bebas nanti,” ujar Novriadi hangat.
Didampingi jajaran seksi Kegiatan Kerja (Giatja), Novriadi berharap sentuhan langsung dengan alam dan budidaya ini bisa menumbuhkan rasa tanggung jawab serta kesabaran di dalam diri para warga binaan.
Menanti Manisnya Panen di Bulan Agustus
Budidaya perikanan di Lapas Pangkalpinang sebenarnya bukan cerita baru yang minim bukti.













