JURNALINDONESIA.CO – Kondisi berbeda di sebuah lapak bensin eceran kawasan Selindung Baru, Pangkalpinang, Kamis (14/5/2026).
Biasanya harga bensin eceran Rp12.000, kini berubah menjadi Rp13.000 per liter.
Kenaikan seribu rupiah ini sontak memicu keluhan, baik dari sisi penjual maupun pembeli.
Kenaikan harga ini bukan tanpa alasan.
Para pedagang eceran mengaku terjepit keadaan lantaran harga modal dari para pengerit (penyuplai bensin dari SPBU) juga ikut melonjak.
”Terpaksa naik, Bang. Dari pengeritnya sudah mahal. Kalau kami tetap jual dua belas ribu, malah nomok (rugi) di ongkos,” ujar salah satu penjual.
Di sisi lain, menurutnya para pengerit mengklaim bahwa jatah Pertalite di SPBU kini semakin dibatasi.













