JURNALINDONESIA.CO – Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat capaian positif dalam pengendalian inflasi daerah.
Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Pangkalpinang berada di angka 0,79 persen, lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 2,42 persen.
Capaian tersebut menempatkan Pangkalpinang sebagai kota dengan inflasi terendah kedua secara nasional, setelah Kota Bandar Lampung.
Hal ini disampaikan oleh Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Juhaini, dalam rapat rutin Dewan Pengendalian Inflasi Daerah (DPID) yang digelar di Smart Room Centre, Kantor Wali Kota Pangkalpinang, Selasa (5/5/2026).
“Secara nasional, inflasi didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Namun di Pangkalpinang, tekanan inflasi justru lebih banyak berasal dari kelompok transportasi dengan andil sebesar 0,46 persen. Sementara itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau memberikan kontribusi sebesar 0,16 persen,” jelas Juhaini.
Adapun kenaikan pada sektor transportasi dipengaruhi oleh meningkatnya harga bahan bakar avtur yang berdampak pada tarif angkutan udara.













