banner 728x90

4 Pelaku Pembunuhan Nenek di Pekanbaru Niatnya Mau Habisi 4 Orang

Suasana sebelum korban dibunuh oleh SL di Pekanbaru. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Empat orang pembunuh Dumaris Denny Waty Sitio (60), seorang nenek di Kota Pekanbaru, Riau, ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Mereka sudah merancang perampokan itu sebelum mengeksekusi korban di rumahnya di Jalan Kurnia 2, Kelurahan Limbungan Baru, Kecamatan Rumbai, Pekanbaru, Rabu, (29/4/2026).

Otak di balik pembunuhan ini adalah Anisa Florensia (AF).

Dia mengajak tiga orang lain untuk merampok dan membunuh korban.

“Sebenarnya awalnya mereka (para pelaku) ingin mencuri. Namun, dalam perjalanan dari Medan ke Pekanbaru, niat mencuri itu berubah menjadi niat membunuh,” kata Dirreskrimum Polda Riau Kombes Pol. Hasyim saat konferensi pers, Minggu (3/5/2026) dilansir dari tribunnews, Senin (4/5/2026).

“Rencana awal itu mereka ingin membunuh bukan hanya satu saja, tetapi empat orang yang ada di rumah, yaitu orang tua, kemudian Arnold, dan adiknya Arnold, semuanya.”

Motif pembunuhan itu adalah pelaku sakit hati dan ingin menguasai harta korban.

Keempat pelaku ditangkap di dua tempat, yakni di Aceh Tengah dan Kota Binjai, Sumatra Utara.

Keempatnya adalah AF, SL, L, dan E.

SL bertindak sebagai eksekutor utama.

AF dan SL baru saling kenal pada bulan November 2025.

Sementara itu, AF telah berteman dengan L sejak di bangku SMP.

L diajak menemani AF ke Pekanbaru dengan menyewa kendaraan yang digunakan keempat tersangka.

“Perlu saya sampaikan juga niat itu berubah dari ingin merampok akhirnya menjadi melakukan pembunuhan. Juga sudah direncanakan, sudah empat kali melakukan suatu perencanaan untuk mensurvei lokasi tempat kejadian perkara tersebut,” kata Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol. Zahwani Pandra Arsyad.

Zahwani mengatakan, AF menikah dengan anak korban pada tahun 2022.

Namun, setahun kemudian AF keluar dari rumah korban karena sakit hati terhadap perkataan pelaku.

“Karena ada suatu tekanan secara verbal. Jadi, tekanan secara verbal itu yang membuat dia sakit hati,” ujar Zahwani.

“Kemudian, dari segi ekonomi tidak tercukupi juga dari keluarga itu dan masih ketergantungan pada keluarga besar korban.”

Kronologi

Berdasarkan rekaman CCTV yang beredar, tampak pelaku berjumlah empat orang yang terdiri atas dua laki-laki dan dan dua perempuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses