JURNALINDONESIA.CO – Tangan Geral (23) sebelumnya ditulis Regar masih bergetar.
Dadanya berdegub kencang manakala mengingat peristiwa yang baru saja terjadi di Perempatan Lampu Merah Airitam, Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026) pukul 11.30 WIB.
Suara benturan keras membuat Geral tersentak kaget.
Saat itu, dia tengah bekerja di pencucian mobil tak jauh dari lokasi kejadian, tepat di sebuah videotron yang terpasang di badan jalan.
“Suara benturan keras, tiba-tiba truk sudah terguling ke kiri dan menimpa motor,” kata pria bertelanjang dada ini.
Menurutnya, diduga sopir truk menerobos lampu merah dan menabrak pengendara motor bersama dua penumpang.
Truk menyeret motor hingga ke median jalan dan berhenti setelah menabrak beton videotron.
“Sopir truk dan dua kernet di dalam selamat. Pengendara motor bapak-bapak tadi kakinya hampir putus, ada anak kecil balita luka-luka, satu lagi anak perempuan tertimpa bak truk,” terang Geral.
Sebelumnya, tampak Geral mengangkat tumpukan pupuk kandang untuk mengevakuasi tubuh seorang bocah perempuan di bawah truk.
Badan truk lalu ditarik menggunakan mobil derek Dishub Babel.
Saat itulah, Geral berhasil menarik tubuh bocah perempuan tersebut dan langsung dievakuasi ke mobil ambulans.
“Waktu saya angkat kepalanya berdarah, sudah lunglai,” ucapnya.
Pengamatan jurnalindonesia.co, puluhan warga menyaksikan detik-detik evakuasi korban perempuan yang tertimpa badan truk.
Puluhan karung pupuk kandang tersebut berserakan di tengah jalan sehingga arus lalu lintas sempat terganggu.
Seperti diberitakan sebelumnya, dua orang diduga tewas akibat kecelakaan di Perempatan Lampu Merah Airitam, Kota Pangkalpinang, Senin (27/4/2026) sekitar pukul 11.30 WIB.
Sebuah truk BN 8840 QY bertabrakan dengan motor Beat warna hijau BN 2223 OO dan menimpa seorang penumpangnya.













