JURNALINDONESIA.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membuka kegiatan Bangka Belitung Ekonomi dan Keuangan Syariah (BEKISAH) 2026 di Masjid Agung Kubah Timah Pangkalpinang, Jumat (24/4/2026).
Dengan mengusung tema “Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi dan Keuangan Syariah Regional Berkelanjutan Melalui Sinergi dan Transformasi Digital”, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai 24 hingga 26 April 2026.
Pembukaan BEKISAH 2026 dihadiri Plt Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Pangkalpinang, Agustu Effendi dan turut hadir perwakilan Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Staf Ahli Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Eko Kurniawan, jajaran Forkopimda, kepala daerah se-Babel, instansi vertikal, tokoh agama, hingga masyarakat umum.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Rommy S. Tamawiwy, menegaskan BEKISAH bukan sekadar agenda tahunan, melainkan ruang kolaborasi untuk mendorong pertumbuhan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah di daerah.
“Sinergi antara regulator, pemerintah daerah, lembaga keuangan, akademisi, pelaku usaha, hingga masyarakat menjadi fondasi penting dalam membangun ekonomi syariah yang berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Rommy.
Memasuki tahun keenam penyelenggaraan, BEKISAH menjadi bagian dari rangkaian menuju Festival Ekonomi Syariah (FESyar) dan Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF).













