JURNALINDONESIA.CO – Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) se-Babel dan sejumlah perusahaan sawit melakukan pertemuan dengan DPRD Babel, Kamis (23/4/2026).
Mereka mengadu terkait perbedaan harga tandan buah segar (TBS) sawit, penetapan harga tidak transparan ditambah rantai distribusi yang panjang.
Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dalam kesempatan itu menyebut perbedaan harga di petani dengan harga acuan mencapai Rp200 hingga Rp300 per kilogram.
“TBS petani Rp2.800 hingga Rp3.000 per kilogram. Padahal, bisa Rp3.000 atau Rp3.500,” kata Didit.
Dia menyebutkan kondisi itu disebabkan rantai distribusi terlalu banyak perantara, termasuk delivery order (DO) san pengepul.
Akibatnya, lanjut Didit, petani tidak dapat langsung berhubungan dengan perusahaan.













