JURNALINDONESIA.CO – Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung EM Osykar menjadi pembina upacara bendera di SMA Negeri 3 Pangkalpinang, Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Bawaslu dalam memperkuat edukasi pengawasan partisipatif serta meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan pelajar.
Dalam amanatnya, EM Osykar memperkenalkan kepada siswa tentang struktur penyelenggara pemilu di Indonesia.
Ia menjelaskan bahwa terdapat tiga lembaga utama yang memiliki peran penting dalam menjaga kualitas demokrasi.
“Dalam penyelenggaraan pemilu, ada tiga lembaga utama, yakni Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pelaksana, Bawaslu sebagai pengawas, dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) sebagai penjaga etika penyelenggara,” ujarnya.
Menurutnya, ketiga lembaga tersebut memiliki fungsi yang berbeda, namun saling melengkapi.
Sinergi di antara ketiganya menjadi faktor penting dalam mewujudkan pemilu yang jujur dan adil.
Selain itu, EM Osykar juga menyoroti derasnya arus informasi di era digital yang berpotensi menyesatkan.
Ia mengingatkan para pelajar untuk lebih selektif dan kritis dalam menerima informasi, khususnya dari media sosial.
“Informasi hari ini sangat mudah diakses, tetapi tidak semuanya benar. Setiap informasi harus dicek kembali agar kita tidak terjebak dalam hoaks,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa demokrasi saat ini tidak lagi terbatas pada ruang fisik dan prosedural semata.
Menurutnya, demokrasi telah berkembang ke ruang digital yang sangat dekat dengan kehidupan generasi muda.













