JURNALINDONESIA.CO – Rasulullah SAW saat berdagang, disukai para pelanggannya karena memiliki sifat jujur.
Orang-orang menjadi senang untuk membeli dagangan Rasulullah SAW.
Bukan hanya itu saja, karena pelayanan, kualitas barang, dan kejujuran Nabi Muhammad SAW, membuat saudagar kaya dan terhormat bernama Siti Khadijah mempercayakan modal kepada Rasulullah SAW untuk berdagang.
Ketika berdagang, tentunya ingin barang dagangan laku.
Selain kejujuran seperti yang dicontohkan Rasulullah, jangan lupa untuk berdoa.
Agar dagangan kita laris dan mendatangkan rezeki yang berkah, baiknya sering memanjatkan doa kepada Allah.
اَللَّهُمَّ اِنِّي أَسْئَلُكَ أَنْ تَرْزُقَنَى رِزْقًا حَلَالًا وَاسِعًا طَيِّبًا مِنْ غَيْرِ تَعْبٍ وَلَا مَشَقَّةٍ وَلَا ضَيْرٍ وَلَا نَصَبٍ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِي
Allahumma innii as aluka an tarzuqanii rizqan halaalan waasi’an thayyiban min ghairi ta’bin wa laa masyaqqatin wa laa dhairin wa laa nashabin innaka ‘alaa kulli syaiin qadiir.
Artinya: “ Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu agar melimpahkan rezeki kepadaku berupa rezeki yang halal, luas, dan tanpa susah payah, tanpa memberatkan, tanpa membahayakan, dan tanpa rasa lelah dalam memperolehnya. Sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu.”
Perlu diingat, dalam berdagang sesuai syariat Islam, ada beberapa hal yang wajib dihindari agar usaha dagang tetap mendapat berkah dari Allah SWT.
Di antaranya, menjauhi segala bentuk riba dan praktik yang tidak jujur.











