JURNALINDONESIA.CO – Adab berdoa dan waktu yang tepat untuk memanjatkan doa kepada Allah.
Sebelum berdoa, ada beberapa adab dalam berdoa yang diajarkan oleh Syaikh Mutawakkil Billah, antara lain:
A. Meyakini dalam hati bahwa doa kita akan diterima Allah SWT
Dalilnya adalah hadis (qudsi) nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut,
“Sesungguhnya Allah azza wajalla berfirman, ‘Aku akan mengikuti persangkaan hamba-Ku. Dan Aku akan selalu menyertainya apabila ia berdoa kepada-Ku.’”
B. Berdoa dengan rendah hati, suara lembut, disertai rasa takut dan penuh harap
Dalilnya adalah Q.S. Al A’raf: 75-76.
C. Berdoa hendaknya dimulai dengan membaca hamdalah dan shalawat atas nabi SAW
Dalilnya adalah hadis berikut,
“Setiap doa terhalang (untuk sampai kepada Allah SWT), sehingga dibacanya shalawat atas nabi Muhammad SAW dan keluarga beliau.” (HR Tirmidzi)
D. Memperhatikan waktu-waktu ijabah dalam berdoa.
Ada waktu-waktu tertentu dalam berdoa yang ijabah, di mana doa kemungkinan besar akan dikabulkan. Antara lain:
i). Pada siang hari di bulan Ramadhan tentu adalah waktu yang ijabah untuk berdoa, karena kita sedang dalam kondisi berpuasa. Hal ini sebagaimana hadis,
Dari Abu Hurairah, rasulullah SAW bersabda, “Tiga orang yang doanya tidak tertolak: pemimpin yang adil, orang yang berpuasa sampai ia berbuka, dan doa orang yang terdzalimi. Allah akan mengangkat doa mereka di bawah naungan awan pada hari kiamat, pintu-pintu langit akan dibukakan untuknya seraya berfirman: ‘Demi keagungan-Ku, sungguh Aku akan menolongmu meski setelah beberapa saat.‘” (HR Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad)











