JURNALINDONESIA.CO – Harga timah dunia saat ini mencapai 54.000 Dolar AS per metrik ton.
Namun, harga timah yang melambung tinggi, tak seirama dengan penghasilan penambang lokal di Bangka Belitung.
Harga pasir timah penambang rakyat tetap dibeli murah, di tengah tingginya harga timah dunia.
Hal itu menjadi perhatian Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, lantaran ketimpangan harga itu dinilai tak adil bagi penambang lokal.
“Kami minta PT Timah mengambil kebijakan lokal terlebih dulu,” kata Didit dalam rapat di ruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Babel, Jumat (27/2/2026).
Kebijakan lokal itu, menurut Didit dapat dilakukan sambil menunggu keputusan pemerintah pusat.
Dia tahu, harga tetap di tangan pemerintah pusat, namun PT Timah dapat melakukan kebijakan yang berpihak pada masyarakat lokal.
“Kami akan terus berkoordinasi dengan PT Timah,” ujarnya seraya menyebutkan, sempat dijadwalkan pertemuan Selasa lalu namun ditunda pada Senin (3/3/2026).













