JURNALINDONESIA.CO – Hendaknya membaca doa dulu sebelum berbuka puasa.
Biasanya, umat Muslim di Indonesia, membaca doa Allahumma laka shumtu saat waktu berbuka tiba.
Berdasarkan riwayat Imam Bukhari dan Muslim, Rasulullah SAW kerap melafalkan doa ini sebagai bentuk syukur atas rezeki yang diterima untuk membatalkan puasa.
اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ
Allaahumma lakasumtu wabika aamantu wa’alaa rizqika afthortu birahmatika yaa arhamar-roohimiina.
Artinya: “Ya Allah karena-Mu aku berpuasa, dengan-Mu aku beriman, kepada-Mu aku berserah dan dengan rezeki-Mu aku berbuka (puasa), dengan rahmat-Mu, Ya Allah Tuhan Maha Pengasih.”
Adab berbuka puasa
Berbuka puasa yang benar adalah kombinasi antara adab sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW dengan prinsip medis untuk menjaga metabolisme.
Sebaiknya tidak langsung menyantap makanan berat saat perut masih dalam kondisi kosong selama belasan jam.
1. Menyegerakan Berbuka dan Membaca Basmalah
Segera membatalkan puasa begitu azan Magrib berkumandang merupakan salah satu sunnah utama.
Membaca Bismillah sebelum menyentuh hidangan apa pun.
Hal ini berfungsi sebagai pengingat bahwa aktivitas makan kita juga bernilai ibadah.
2. Mengonsumsi Kurma atau Air Putih sebagai Pembatal
Sesuai anjuran kesehatan, mulailah dengan makanan ringan yang mudah dicerna agar sistem pencernaan tidak kaget.
Pilihan terbaik yang bisa diambil adalah:











