JURNALINDONESIA.CO – Sebanyak 400 karyawan PT Karunia Alam Segar, produsen Mie Sedaap mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) jelang Idul Fitri 2026.
Pengurangan terhadap karyawan di pabrik di Gresik, Jawa Timur itu menyisakan pertanyaan.
Namun, perusahaan menegaskan PHK dilakukan karena penyesuaian produksi akibat dinamika permintaan pasar, bukan karena momentum Ramadhan atau untuk menghindari pembayaran tunjangan hari raya (THR).
“Sebagai industri manufaktur padat karya, operasional perusahaan sangat dipengaruhi oleh dinamika permintaan pasar. Penyesuaian kapasitas produksi merupakan hal yang lazim dilakukan untuk menjaga keberlangsungan usaha secara berkelanjutan,” ujar Human Resources and General Affairs Karunia Alam Segar Peter Sindaru, Senin (23/2), melansir CNBC Indonesia.
Diketahui Mie Sedaap adalah produk Wings Food dari Wings Group.
Dilansir dari biografiku, Eddy Katuari dan keluarga dikenal sebagai pendiri dan pemilik dari Wings Group, sebuah perusahaan produsen kebutuhan rumah tangga (consumer goods).
Perusahaan Wings Group milik keluarga Katuari ini bersaing erat dengan Unilever di Indonesia.
Di bawah kendali Eddy Katuari, Wings Group berubah menjadi perusahaan besar yang memproduksi berbagai produk konsumsi rumah tangga seperti sabun, deterjen dan juga mie instan.
Mengenai sejarah perusahaan Wings Group, usaha ini merupakan sebuah perusahaan keluarga.
Awalnya perusahaan ini didirikan oleh Ferdinand Katuari bersama dengan Harjo Sutanto pada tahun 1948 di Surabaya dengan nama Fa Wings.
Usaha mereka masih industri rumahan yang memproduksi sabun batangan.
Sabunnya merupakan campuran dari pemadatan minyak kelapa dan Soda Abu.













