JURNALINDONESIA.CO – Direktur Operasi PT Thorcon oleh Power Indonesia Dhita Karunia Ashari menanggapi pernyataan Thorcon terlalu gencar sosialisasi sehingga berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat.
Disebutkan, dalam beberapa kesempatan muncul pandangan bahwa intensitas sosialisasi berpotensi menimbulkan gesekan di masyarakat.
Namun dalam proyek infrastruktur strategis, terutama yang berkaitan dengan teknologi nuklir, keterbukaan informasi justru menjadi syarat utama terciptanya kepercayaan publik.
Sosialisasi di Aston Emidary pada 7 Februari 2026 lalu, menjadi forum edukasi terbuka yang dihadiri oleh pejabat publik, organisasi kemasyarakatan, awak media, masyarakat dan akademisi serta mahasiswa.
“Selain memaparkan tujuan, tahapan, dan teknologi yang diusulkan, Thorcon juga menjelaskan perihal visi transisi energi Indonesia, dan bagaimana proyek Thorcon dapat menjadi pilihan yang strategis untuk industri nuklir di masa depan,” jelas Dhita kepada jurnalindonesia.co, Rabu (25/2/2026).
Di tingkat lokal, dialog juga dilakukan dengan masyarakat di Kecamatan Lubuk Besar, khususnya Desa Batu Beriga, Lubuk Besar, dan Perlang, yang secara geografis berdekatan dengan PulauKelasa, Kabupaten Bangka Tengah.
Menurut Dhita, seluruh kegiatan tersebut bersifat edukatif.













