banner 728x90

Catatan Pinggir: Sepiring Kue, Segenggam Timah, dan Nurani yang Terlupa

Avatar
Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Bangka Tengah, Yani Basaroni.
banner 468x60

Oleh: Yani Basaroni, Kepala Desa Perlang

JURNALINDONESIA.CO – Di bawah terik matahari Desa Perlang, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, debu tanah bukan sekadar kotoran yang menempel di baju.

Bagi masyarakat Desa Perlang, debu itu adalah harapan.

Di sela-sela mesin TI Sebu dan TI Upin-Ipin yang menderu ala kadarnya, ada denyut nadi ekonomi jauh lebih jujur daripada sekadar angka statistik pertumbuhan wilayah.

Kepala Desa Perlang, Yani Basaroni, atau yang akrab disapa Ronie Arabel, baru-baru ini menyuarakan sebuah realitas pahit yang sering kali luput dari meja-meja birokrasi dingin di pusat sana.

Ia bicara tentang rakyat kecil yang mengais sisa-sisa kejayaan timah di atas tanah mereka sendiri.

Bukan dengan alat berat, bukan dengan modal miliaran, melainkan dengan cucuran keringat dan alat seadanya.

Wajah Manusia di Balik Lubang Tambang

Mari kita tepikan sejenak perdebatan soal regulasi dan bayangkan sebuah pemandangan di lokasi tambang rakyat: Rombongan ibu-ibu datang membawa bakul berisi kue.

Mereka tidak meminta uang, mereka menukar panganan itu dengan sedikit sisa timah yang disebut “reman kue”.

Ada kebahagiaan yang menyesakkan dada saat melihat seorang penambang tersenyum mengunyah kue sambil terus menyemprotkan air ke tanah, sementara di sudut lain, para janda dan anak-anak menadahkan mangkok plastik, menunggu “selenggam” timah untuk dibawa pulang.

Bagi mereka, timah bukan soal kekayaan menumpuk.

Timah adalah uang sekolah anak esok pagi.

Timah adalah asap yang mengepul dari dapur hari ini.

Timah adalah nyawa yang dipertahankan di tengah himpitan ekonomi yang kian mencekik.

Menggugat Dosa “Kucing-kucingan”

Pertanyaan besar yang dilemparkan Ronie Arabel sungguh menohok: “Apa dosa rakyat kecil hingga harus kucing-kucingan mencari nafkah?”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses