JURNALINDONESIA.CO – Dalam Islam, sedekah bukan sebagai pengurang harta, melainkan sarana untuk membersihkan jiwa, menumbuhkan keberkahan, dan membuka pintu kebaikan yang lebih luas.
Dikutip dari buku Hikmah Sedekah: Menemukan Kebaikan dalam Memberi karya Hamid Sakti Wibowo dalam detik hikmah, sedekah dimaknai sebagai tindakan memberikan harta atau bantuan kepada orang yang membutuhkan dengan penuh keikhlasan, tanpa mengharapkan balasan dari manusia.
Berikut dalil tentang sedekah yang patut direnungkan.
1. Sedekah yang Dilipatgandakan Pahalanya
Surah Al-Baqarah Ayat 261مَثَلُ الَّذِينَ يُنفِقُونَ اَموَالَهُم فِى سَبِيلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنبَتَت سَبعَ سَنَابِلَ فِى كُلِّ سُنبُلَةٍ مِّائَةُ حَبَّةٍؕ وَاللّٰهُ يُضٰعِفُ لِمَن يَّشَآءُ ؕ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ ٢٦١
Artinya:
Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia kehendaki, Dan Allah Mahaluas, Maha Mengetahui.
Ayat ini memberikan gambaran yang sangat kuat tentang konsep sedekah dalam Islam.
Harta yang dikeluarkan di jalan Allah tidak hilang, melainkan tumbuh dan berkembang dengan cara yang sering kali tidak terduga.
2. Anjuran Memberi dari Harta yang Terbaik











