banner 728x90

1 Ramadhan 2026, Muhammadiyah Rabu dan NU Kamis

Avatar
Ilustrasi puasa. Foto: IST/wmc
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Muhammadiyah menetapkan awal 1 Ramadhan 1447 Hijriah, pada Rabu (18/2/2026).

Sementara Nahdlatul Ulama, menetapkan hari pertama puasa Ramadhan, Kamis (19/2/2026).

Lembaga Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (LF PBNU) menyatakan, 1 Ramadhan 1447 H berpotensi pada Kamis, 19 Februari 2026.

LF PBNU menjelaskan pada hari Selasa Kliwon, 29 Sya’ban 1447 H (bertepatan dengan 17 Februari 2026), posisi hilal di seluruh Indonesia masih berada di bawah ufuk.

Ketua LF PBNU, Sirril Wafa dan Sekretaris Asmu’i Mansur mengatakan, tinggi hilal mar’ie di Indonesia pada 29 Sya’ban 1447 H bervariasi antara minus 3 derajat 12 menit hingga minus 1 derajat 41 menit.

“Kedudukan hilal di seluruh Indonesia adalah di bawah ufuk dan juga di bawah kriteria Imkan Rukyah Nahdlatul Ulama (IRNU). Sehingga berada pada zona istihalah al-rukyah (mustahil terlihat), ujarnya, Selasa (17/2/2026).

Meskipun data astronomis menunjukkan potensi kuat awal Ramadhan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 (mulai malam Kamis), PBNU menegaskan bahwa keputusan resmi tetap menunggu hasil pemantauan lapangan (rukyatul hilal) dan sidang itsbat pemerintah.

Penetapan 1 Ramadhan Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah telah menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H.

Hal ini tertuang dalam Maklumat Nomor 2/MLM/1.0/E/2025 yang dirilis di Yogyakarta pada 22 September 2025.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses