banner 728x90

BI Babel Siapkan Uang Tunai Rp1,1 Triliun untuk Ramadhan dan Idul Fitri

Avatar
Ilustrasi uang. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan penukaran uang tunai layak edar senilai Rp1,1 triliun.

Penukaran uang itu melalui layanan kas SERAMBI atau Semarak Rupiah Ramadan dan Berkah ldufitri.

SERAMBI 2026 mengusung tema “Rupiah Memberi Makna di Bulan Penuh Berkah.”

Program SERAMBI 2026 dilaksanakan melalui layanan kas keliling Bank Indonesia, penukaran ritel di kantor perbankan, penukaran terpadu di Alun-alun Taman Merdeka, serta edukasi Cinta Bangga Paham (CBP) Rupiah.

Peluncuran SERAMBI 2026 dilakukan pada Jumat, 13 Februari 2026 di Lobby Teras Pundok, Lantai 2 Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

“Pada periode SERAMBI 2026, Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyiapkan uang layak edar sebesar Rp1,1 triliun. Diharapkan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi melalui layanan penukaran uang SERAMBI. Bank Indonesia tetap mendorong THR dalam bentuk non tunai seperti QRIS, topup e-money, transfer, dan lain-lain,” ujar Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Farid Tamsil, dalam keterangannya, Minggu (15/2/2026).

Untuk meningkatkan kenyamanan masyarakat dalam melakukan penukaran dan menyajikan layanan yang lebih adil dan merata, pemesanan penukaran dilakukan melalui Aplikasi PINTAR​.

Pada tahun 2026, BI menyiapkan Rp1,1 triliun untuk layanan penukaran uang dengan nominal sebesar Rp5,3 juta per paket.

Layanan penukaran tersedia di 87 titik penukaran oleh BI dan perbankan seluruh Provinsi Bangka dan Belitung.

Layanan penukaran dapat diakses melalui berbagai kanal, antara lain kas keliling, kantor bank umum, serta layanan penukaran terpadu di Alun alun Taman Merdeka pada tanggal 2-3 Maret 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses