banner 728x90

Komisi VI DPR Kunjungan Spesifik ke PT TIMAH Tbk, Pengelolaan IUP Capai 50 Persen

Kunjungn spesifik Komisi VI DPR RI ke PT TIMAH Tbk, Kamis (12/2/2026). Foto: Humas PT Timah Tbk
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) melakukan kunjungan spesifik ke PT TIMAH Tbk, Kamis (12/2/20226).

Kunjungan itu dalam rangka Pembahasan Operasional dan Program revitalisasi tambang PT TIMAH Tbk di Pangkalpinang.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Nurdin Halid memimpin rombongan disambut oleh Direktur Utama PT TIMAH Tbk, Restu Widiyantoro, Direktur Produksi dan Komersial PT TIMAH Tbk, Ilhamsyah Mahendra dan Direktur Operasi PT TIMAH Tbk Handy Geniardi.

Para wakil rakyat ini menyambangi kawasan tambang darat PT TIMAH Tbk di Kawasan Tanjung Gunung, Kabupaten Bangka Tengah dan menggelar diskusi bersama dan menyampaikan sejumlah masukan terkait operasional PT TIMAH Tbk.

Rombongan juga melaksanakan kunjungan ke kantor pusat PT TIMAH Tbk.

Nurdin Halid mengatakan kunjungan spesifik ini merupakan tindak lanjut dari Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan PT TIMAH Tbk beberapa waktu lalu.

“Kita ingin melihat perkembangan kinerja kondisi dari PT TIMAH Tbk, karena revitalisasi PT TIMAH Tbk tidak hanya menyangkut teknik strategi perusahaan tetapi berkaitan dengan tanggung jawab profesional berkaitan dengan seluruh kekayaan alam dan sekarang ada progres yang luar biasa,” katanya.

Ia menyebutkan, jika tahun lalu penguasaan PT TIMAH Tbk terhadap IUP dalam pengelolaan tambang baru 20 persen, namun hari ini sudah meningkat sudah 50 persen.

“Upaya rekomendasi itu dijalankan dengan sangat baik oleh PT TIMAH Tbk. Kita memberikan apresiasi yang sangat tinggi,” katanya.

Komisi VI DPR RI merekomendasikan PT TIMAH Tbk untuk melakuan penambangan sendiri dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai penerima manfaat atas keberadaan PT TIMAH Tbk di daerah ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses