JURNALINDONESIA.CO – Inilah empat hal yang dapat merusak pahala puasa.
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ، وَمَنْ صَامَ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ، كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ. ثُمَّ قَالَ: وَمَنْ وَافَقَ رَمَضَانَ بِصِيَامِهِ وَقِيَامِهِ، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ.
Artinya: Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, “Rasulullah SAW bersabda: “Barang siapa berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa melaksanakan shalat malam pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharapkan pahala, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barang siapa berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka akan dihitung seakan-akan dia telah berpuasa selama setahun.”
Kemudian beliau bersabda: “Dan barang siapa berjumpa dengan bulan Ramadhan dengan berpuasa dan beribadah di dalamnya, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Muslim)
Akan tetapi dalam hadis lain, Nabi juga mengingatkan dalam sabda, bahwa banyak sekali orang yang berpuasa Ramadhan, akan tetapi tidak mendapatkan pahala puasa, melainkan hanya menahan lapar dan haus saja.
Alangkah celakanya, orang yang susah-susah puasa, akan tetapi tidak memperoleh apapun dari pahala puasanya.
كَمْ مِنْ صَائِمٍ لَيْسَ لَهُ مِنْ صِيَامِهِ إِلَّا الْجُوْع وَالْعَطْش
Artinya, “Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan sesuatu dari puasanya kecuali rasa lapar dan dahaga” (HR An-Nasa’i).
4 Hal yang Merusak Pahala Puasa
Pertama, berkata bohong.
Dalam Islam, seseorang yang suka berkata dusta, maka ia tidak akan mendapatkan pahala puasa, hanya sekadar menahan rasa lapar dan dahaga semata.
Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam sebuah hadis bersumber dari Imam Bukhari yang menjelaskan faktor yang dapat mengurangi pahala puasa;
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، مَنْ لَمْ يَدعْ قَوْلَ الزُّورِ والعمَلَ بِهِ فلَيْسَ للَّهِ حَاجةٌ في أَنْ يَدَعَ طَعامَهُ وشَرَابهُ
Artinya: Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan amalan dusta serta kebodohan maka Allah tidak membutuhkan ia meninggalkan makanan dan minumannya.” (HR. Bukhari)











