JURNALINDONESIA.CO – Jembatan Eko Maulana Ali Suroso atau Emas kini hanya jadi pajangan.
Setelah diresmikan pada 29 Desember 2017 lalu, jembatan yang menghubungkan Kota Pangkalpinang dan Kabupaten Bangka itu, jarang digunakan sesuai fungsinya.
Alhasil, jembatan yang dibangun dengan biaya APBD Babel lebih dari Rp400 miliar itu, terkesan mubazir.
Sejak April 2025 lalu, jembatan yang membentang 700 meter itu, tidak dapat dilewati kendaraan.
Jembatan buka tutup (bascule) yang ada di tengah-tengahnya dalam kondisi terangkat.
Jembatan Emas teronggok, mubazir, dan sangat disayangkan oleh Anggota DPRD Babel Muhtar Motong atau H Tare.
“Jembatan itu adalah ikon Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, yang dibangun di era Pak Eko Maulana Ali sebagai gubernur waktu itu. Kenapa dibiarkan seperti itu,” kata H Tare, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, cara menyikapi kondisi Jembatan Emas adalah dengan pikiran sehat.













