banner 728x90

Kisah AKBP Arif Kapolres Lamongan Dicueki Anggota Polsek Saat Lapor Kehilangan Sepeda

AKBP Arif mengisahkan pengalaman saat lapor kehilangan sepeda. Foto: Dok FB Andrian Saputra
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Kapolres Lamongan AKBP Arif Fazlurrahman membagikan kisah inspiratif di akun media sosialnya.

Dia bercerita tentang pelayanan kepolisian di tingkat Polsek, yang memberikan empati terhadap masyarakat saat melapor kehilangan barang.

Korbannya saat itu adalah dirinya sendiri, yang melapor kehilangan sepeda di sebuah Polsek.

Namun, awalnya AKBP Arif menyembunyikan identitasnya dan datang sendiri ke Polsek.

Berikut kisahnya yang dikutip dari akun Facebook Andrian Saputra.

Melalui akun Instagram pribadinya @arif_fazlurrahman, ia membagikan pengalaman pribadinya saat menjadi korban kejahatan dan harus merasakan pahitnya pelayanan kepolisian yang kurang empatik.

Berikut ini cerita AKBP Arif kepada bawahannya di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polsek Turi.

—–

Suasana hening, serius, para anggota menyimak dengan seksama.

AKBP Arif: (Menatap satu per satu anggotanya) “Pernah jadi korban kejahatan nggak, Pak Ridwan?”

​Pak Ridwan: (Tegak) “Siap, insyaallah belum, Komandan.”

​AKBP Arif: “Belum pernah? Baguslah. Tapi saya pernah. Saya ini polisi, tapi saya juga korban kejahatan. Sepeda saya dicuri maling. Padahal CCTV saya pasang sendiri, Babinsa sering kontrol ke sana karena saya yang suruh. Tapi ya itu, qodarullah, saya tetap jadi korban.”
​(Beliau terdiam sejenak, memutar memori beberapa tahun silam)

​AKBP Arif: “Singkat cerita, datanglah saya ke sebuah Polsek. Tok! Tok! Tok! Saya ceritain ini supaya kalian jangan sampai seperti itu. Dengarkan baik-baik.”

​AKBP Arif: (Memperagakan peran warga) “Pak!’ kata saya. Petugasnya jawab malas-malasan, ‘Ya..’. Saya bilang, ‘Pak, saya mau laporan, ada musibah.’ Petugas itu tanya lagi, ‘Ya, ada apa?’. Saya jawab, ‘Saya habis kecurian, Pak.'”

​AKBP Arif: (Berhenti sejenak, wajahnya berubah serius) “Kalian tahu? Mukanya itu… masih belum serius. Saya masih berdiri di depannya, disuruh duduk saja belum.

Saya perhatikan saja, saya diam, saya tidak bilang kalau saya ini polisi. Saya berdiri terus sampai kaki capek.

Mau langsung duduk, saya pikir nanti malah disemprot atau dikira nggak sopan. Tapi dia? Masih saja membiarkan saya berdiri.”

​Petugas Polsek (dalam cerita): “Hilang apa?”

​AKBP Arif: “Sepeda,” jawab saya singkat. “Nah, sekarang saya mau main tebak-tebakan sama kalian. Pak Ridwan, kira-kira pertanyaan selanjutnya dari petugas itu apa?”

​Pak Ridwan: “Mungkin… ‘Hilangnya kapan, Pak?'”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses