JURNALINDONESIA.CO – Masuk bulan Februari 2026, kondisi harga bahan pokok di Pasar Pembangunan Kota Pangkalpinang terpantau normal.
Namun, harga cabai rawit mulai menunjukan kenaikan efek dari tingginya permintaan menjelang tradisi ruwahan.
Data Dinas Pangan dan Pertanian (Dispaper) Kota Pangkalpinang, kenaikan harga terjadi pada cabai rawit merah dan telur ayam ras, Rabu (4/2/2026).
Kepala Bidang Ketahanan Pangan, Yiyi Z Dwitri menyebutkan naiknya harga cabai rawit merah dan telur ayam ras disebabkan kurangnya pasokan dan banyaknya permintaan karena tradisi ruwahan.
“Cabe rawit dan telur ayam mengalami kenaikan karena pasokan kurang tapi permintaan banyak. Selain itu juga karena acara ruwahan,” jelas Yiyi.
Salah satu pedagang sembako di Pasar Pangkalpinang, Jupri (35) mengatakan kenaikan harga cabai rawit ini rutin terjadi saat menuju hari-hari besar termasuk ruwahan.
“Cabe rawit merah ini rutin naik tiap lebaran-lebaran dan ruwahan,” kata Jupri.
Jupri menyebutkan sampai hari ini, harga cabai rawit merah mencapai di Rp85 ribu rupiah per kilogram.
“Dari semenjak ruwahan sampai sekarang harganya Rp85 ribu per kilonya,” sebutnya.
Ia berharap harga ini bisa stabil dan pasokan tetap terjaga karena beberapa minggu ke depan, dipastikan permintaan masyarakat akan meningkat.
Lonjakan harga pada beberapa komoditas ini memang seringkali terjadi saat memasuki bulan Syaban di Bangka Belitung.
Masyarakat memiliki tradisi ruwahan yang identik dengan acara makan bersama.
Hal itu membuat tingginya permintaan bumbu dapur dan sembako.













