JURNALINDONESIA.CO – Ketua Tim Kerja Dinsos Pangkalpinang, Ricky Mardian mengungkapkan para gepeng dan anjal (anak jalanan) di Kota Pangkalpinang merupakan penduduk dari luar Bangka Belitung.
“Mereka ini bukan asli sini, ini salah satu kendalanya karena anggaran yang dibutuhkan untuk mengembalikan mereka cukup besar,” ucap Ricky, Senin (2/2/2026).
Dinsos Pangkalpinang tetap melakukan sosialisasi kepada masyarakat atau pengemudi melalui spanduk atau pamflet, agar tidak memberi para pengemis atau anak-anak jalanan.
“Langkah yang kami lakukan, memberi sosialisasi ke masyarakat atau pengendara lewat spanduk atau pamflet yang akan kami bagikan agar tidak mudah kasihan, karena kalau sekali dikasih akan terus-menerus minta,” ujarnya.
Kebiasaan masyarakat Pangkalpinang memberi, jadi faktor para pengemis untuk terus menerus melakukan aksinya.
Dampaknya para pengemis, pengamen dan anak jalanan di Pangkalpinang, sehari bisa mengantongi Rp200 ribu per hari.













