banner 728x90
Viral  

Komisi III DPR Kecam Oknum TNI dan Polisi Aniaya Sudrajat Penjual Es Gabus

Momen Sudrajat penjual es gabus diinterogasi oknum TNI dan Polisi, dengan posisi satu kaki diangkat. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Oknum Bhabinkamtibmas dan Babinsa yang terlibat penganiayaan terhadap Sudrajat (50), penjual es gabus tidak cukup hanya minta maaf.

Anggota TNI yakni Babinsa Kelurahan Utan Panjang Heri bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Kampung Rawa, Aiptu Ikhwan Mulyadi awalnya membuat video yang berisi tuduhan pada Sudrajat, menjual es gabus berbahan spon.

Namun, setelah diperiksa di laboratorium Polres Metro Jakarta Pusat, ternyata tidak mengandung bahan berbahaya.

Menanggapi peristiwa itu, Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah, oknum TNI dan polisi itu, tidak cukup hanya dengan permintaan maaf.

Abdullah yang akrab disapa Abduh ini menilai tindakan menuduh es gabus buatan Sudrajat berbahan spons dan tidak layak dikonsumsi, merugikan korban secara moral dan ekonomi.

“Saya menilai penyelesaian kasus Pak Sudrajat tidak cukup hanya dengan permintaan maaf. Jika dibiarkan selesai sebatas itu, saya khawatir akan muncul banyak korban serupa dari kalangan rakyat kecil yang dirugikan akibat arogansi aparat dan tidak memperoleh keadilan,” ujar Abduh dalam keterangan tertulis yang diterima Parlementaria, di Jakarta, Rabu (28/1/2026).

Menurutnya, sanksi etik dan disiplin harus dijatuhkan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku agar tidak menjadi preseden buruk.

Dia mendorong agar lembaga bantuan hukum memberikan pendampingan kepada Sudrajat untuk menempuh jalur hukum pidana, apabila korban menghendakinya.

“Saya mendorong para advokat, termasuk figur-figur yang memiliki keberpihakan kepada rakyat kecil, untuk mendampingi Pak Suderajat agar ia mendapatkan keadilan dari negara,” ujar Politisi Fraksi PKB ini.

Sudrajat didatangi oleh anggota Bhabinkamtibmas dan Babinsa di tempat jualannya di wilayah Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026) lalu.

Sudrajat dituduh menjual es gabus berbahan dasar spons.

Es gabus jualannya pun diremas oleh anggota Babinsa sehingga cairannya tumpah ke lantai, lalu sisa es yang dituduh sebagai spons dijejalkan ke mulut Sudrajat.

Sudrajat menceritakan momen yang membuatnya kini menjadi ketakutan dan tidak berani lagi berjualan ke Kemayoran.

“Begini, dia (aparat) beli es kue (es gabus). Kata polisi, ‘Bang es kue, Bang, beli empat.’ Terus dibejek-bejek, terus dilempar kena saya es kuenya,” katanya dilansir dari beberapa media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses