JURNALINDONESIA.CO – Selama kurun waktu empat tahun atau sepanjang 2021 sampai 2025, sebanyak 501 orang yang terdeteksi mengidap HIV/AIDS di Kota Pangkalpinang.
Jumlah itu bisa saja lebih banyak, lantaran banyak yang tidak melapor atau melakukan pengobatan medis.
Selama ini, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pangkalpinang, telah aktif menjalin komunikasi dengan komunitas, penderita, dan relawan.
“Kami fokus pada bagaimana cara penderita bertahan dan melewati hidup. Bermacam-macam yang datang ke KPA dan kami melakukan pendekatan dari hati ke hati,” kata Syahrul Siam, Pengelola Program KPA Kota Pangkalpinang, Senin (26/1/2026).
Menurutnya, penyebaran HIV/AIDS di Pangkalpinang terus ada, karena perilaku penderitanya.
Ragam penderita AIDS, mulai dari ibu rumah tangga, pekerja seks komersial, dan pelaku LGBT.
Pihaknya fokus pada bagaimana cara penderita tersebut menjalani hidup.













