banner 728x90

Malam Nisfu Sya’ban Waktu yang Lapang untuk Berdoa

Ilustrasi berdoa. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Inilah keutamaan malam Nisfu Sya’ban, yang memiliki kedudukan istimewa dalam khazanah keislaman.

Umat Islam sejak generasi salaf mengenalnya sebagai malam penuh rahmat, ampunan, dan limpahan karunia Allah SWT.

Para ulama dari berbagai mazhab memberikan perhatian khusus terhadap malam pertengahan bulan Sya’ban ini.

Tentang keutamaan Nisfu Sya’ban, salah satunya dalam hadis Nabi yang diriwayatkan Abdullah bin Mas‘ud dan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhuma.

Rasulullah SAW bersabda:

إِذَا كَانَتْ لَيْلَةُ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ، فَقُومُوا لَيْلَهَا وَصُومُوا نَهَارَهَا، فَإِنَّ اللهَ يَنْزِلُ فِيهَا لِغُرُوبِ الشَّمْسِ إِلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا، فَيَقُولُ: أَلَا مِنْ مُسْتَغْفِرٍ لِي فَأَغْفِرَ لَهُ؟ أَلَا مُسْتَرْزِقٌ فَأَرْزُقَهُ؟ أَلَا مُبْتَلًى فَأُعَافِيَهُ؟ أَلَا كَذَا؟ أَلَا كَذَا؟ حَتَّى يَطْلُعَ الْفَجْرُ

Artinya: “Apabila datang malam pertengahan bulan Sya‘ban, maka bangunlah (untuk beribadah) pada malamnya dan berpuasalah pada siangnya.

Sesungguhnya Allah turun pada malam itu sejak terbenam matahari ke langit dunia, lalu berfirman: ‘Adakah orang yang memohon ampun kepada-Ku sehingga Aku ampuni?

Adakah yang meminta rezeki sehingga Aku beri rezeki? Adakah yang tertimpa musibah sehingga Aku beri kesembuhan?’ Dan seterusnya hingga terbit fajar.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini menunjukkan bahwa keuatamaan malam Nisfu Sya’ban adalah waktu yang sangat lapang untuk memperbanyak istighfar, doa, dan ibadah.

Turunnya rahmat Allah digambarkan dengan dibukanya pintu-pintu ampunan dan karunia bagi hamba-hamba-Nya.

Keutamaan lainnya ditegaskan dalam hadis riwayat Imam Ahmad bahwa pada malam Nisfu Sya’ban Allah akan menurunkan Rahmat. Nabi bersabda:

إِنَّ اللهَ تَعَالَى يَنْزِلُ لَيْلَةَ النِّصْفِ مِنْ شَعْبَانَ إِلَى السَّمَاءِ الدُّنْيَا فَيَغْفِرُ لِأَكْثَرَ مِنْ عَدَدِ شَعَرِ غَنَمِ كَلْبٍ

Artinya: “Sesungguhnya Allah Ta‘ala turun pada malam pertengahan bulan Sya‘ban ke langit dunia, lalu Dia mengampuni lebih banyak daripada jumlah rambut kambing Bani Kalb.” (HR. Imam Ahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses