JURNALINDONESIA.CO – Badan Karantina Indonesia (Barantin) melalui Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Kepulauan Bangka Belitung (Karantina Babel) terus memperkuat hilirisasi dan ketertelusuran komoditas unggulan daerah, lada putih Bangka Belitung atau dikenal Muntok White Pepper.
Langkah tersebut sebagai upaya menjamin kesehatan, keamanan dan mutu pangan, serta meningkatkan daya saing produk di pasar internasional.
“Ketertelusuran ini menjadi instrumen penting dalam mendukung hilirisasi komoditas, meningkatkan kepercayaan pembeli internasional, serta memperkuat posisi lada putih Bangka Belitung sebagai produk unggulan di pasar global. Hilirisasi ini bagian dari program Asta Cita Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” ujar Kepala Karantina Babel Herwintarti dalam siaran pers di Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung, Rabu (21/1/2026).
Sepanjang tahun 2025, Herwin menyebutkan aktivitas ekspor lada putih Bangka Belitung tercatat masih cukup tinggi.
Volume ekspor mencapai 1,37 ribu ton dengan frekuensi pengiriman 184 kali.
Nilai ekonominya mencapai sebesar Rp180 miliar berdasarkan data Best Trust (Barantin Electronic System for Transaction and Utility Service Technology).
“Selain ekspor, lalu lintas komoditas lada putih untuk tujuan domestik keluar mencapai 6,32 ribu ton dengan pengiriman 308 kali dengan nilai nominal Rp535,89 miliar. Negara tujuan utama ekspor lada putih Bangka Belitung meliputi Vietnam, Singapura, Jepang, Malaysia, dan Taiwan,” imbuhnya.
Herwin menjelaskan sebagai implementasi program Go Ekspor, Karantina Babel berperan aktif mendorong pelaku usaha lada putih Bangka Belitung agar mampu menembus dan memperluas pasar ekspor secara berkelanjutan.
Program ini difokuskan pada penguatan kesiapan ekspor dari hulu hingga hilir, melalui pendampingan teknis, pengawasan karantina yang ketat, serta peningkatan pemahaman pelaku usaha terhadap persyaratan negara tujuan ekspor sesuai tindakan Sanitari dan Fitosanitari (SPS Measures).













