JURNALINDONESIA.CO – Mantan anggota Brimob Polda Aceh, Bripda Muhammad Rio, diduga bergabung sebagai tentara bayaran Rusia di wilayah Donbass.
Dia mengirim pesan kepada rekan kerjanya melalui Whatsapp (WA).
Rio mengaku sudah terdaftar sebagai tentara bayaran di Rusia.
Dalam pesan itu, dia mengirimkan foto dan video, serta rincian gaji dalam mata uang rubel.
Dia mengaku digaji RUB 210 ribu atau Rp42 juta per bulan.
Setelah bergabung sebagai tentara Rusia, dia mendapat pangkat Letda dan bonus RUB 2 juta atau sekitar Rp420 juta.
Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Joko Krisdiyanto tidak membantah informasi tersebut.
Sebelum ke Rusia, Rio ternyata sosok bermasalah di institusinya.
Rio sudah dipecat atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) oleh Polda Aceh.













