JURNALINDONESIA.CO – Sebagian orang di Indonesia, merayakan malam Isra Miraj.
Namun, ada sebagian lain menganggap perbuatan itu tidak dicontohkan Nabi Muhammad SAW.
Lalu, bagaimana hukum merayakan malam Isra Miraj, dilansir dari bincangsyariah.
Isra Miraj adalah ketika Rasulullah menerima perintah shalat lima waktu secara langsung dari Allah Ta‘ala.
Karena kemuliaan inilah, umat Islam dari masa ke masa memperingatinya dengan berbagai bentuk ibadah seperti zikir, shalawat, pengajian, hingga jamuan sederhana.
Namun, sebagian kalangan masih mempertanyakan: apakah memperingati Malam Isra Miraj dibenarkan dalam syariat?
Untuk menjawabnya, para ulama Ahlussunnah wal Jama‘ah menempatkan persoalan ini secara proporsional, berangkat dari dalil umum Al Quran, sunnah, dan praktik para ulama salaf.
Isra Miraj bukan sekadar perjalanan luar biasa Nabi, tetapi juga peristiwa monumental yang menghadirkan kewajiban shalat lima waktu.
Karena itulah, para ulama menilai peristiwa ini termasuk ayyāmullāh (hari-hari besar Allah) yang patut diingat dan direnungi.
Allah Ta‘ala berfirman dalam surah Ibrahim ayat 5:
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا مُوْسٰى بِاٰيٰتِنَآ اَنْ اَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ الظُّلُمٰتِ اِلَى النُّوْرِ ەۙ وَذَكِّرْهُمْ بِاَيّٰىمِ اللّٰهِ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُوْرٍ ٥
Artinya; “Sungguh Kami benar-benar telah mengutus Musa dengan (membawa) tanda-tanda (kekuasaan) Kami (dan Kami perintahkan kepadanya), “Keluarkanlah kaummu dari berbagai kegelapan kepada cahaya (terang-benderang) dan ingatkanlah mereka tentang hari-hari Allah.”
Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi setiap orang yang sangat penyabar lagi banyak bersyukur,”.
Kemudian, terkait pertanyaan tentang hukum merayakan malam Isra Miraj, Syekh Nazhir Muhammad Iyad dari Dar al-Ifta Mesir menjelaskan bahwa peringatan Isra Miraj yang diisi dengan berbagai amalan kebaikan seperti zikir, pembacaan shalawat kepada Nabi, tilawah Al Quran, serta majelis pengajian merupakan perbuatan yang diperbolehkan dalam Islam.
Amalan-amalan tersebut termasuk bentuk ibadah yang keutamaannya telah disepakati oleh para ulama.
Oleh karena itu, menghidupkan malam Isra Miraj dengan aktivitas-aktivitas tersebut tidak bertentangan dengan ajaran agama, bahkan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan, kecintaan kepada Rasulullah, serta memperkuat nilai-nilai spiritual dalam kehidupan umat Islam.













