banner 728x90

Kasus AIDS di Pangkalpinang Memprihatinkan, Tahun 2025 Naik Jadi 133 Kasus

Avatar
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pangkalpinang, Widya Eva Sari. Foto: JI/mita
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Tiga penyakit menular berbahaya AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Terutama pada kasus penyakit AIDS, mengalami peningkatan pada tahun 2025 dibandingkan 2024.

Pada 2024, sebanyak 121 orang di Kota Pangkalpinang yang mengidap AIDS.

Jumlah itu bertambah sebanyak 133 orang pada 2025.

“Inilah yang menjadi keprihatinan kita. Jumlahnya cenderung naik setiap tahun,” kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Pangkalpinang, Widya Eva Sari saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/1/2026).

Menurutnya, jumlah itu yang terdata dan tercatat oleh pihaknya.

Fakta di lapangan, menurut Widya, bisa jadi lebih banyak lantaran penderita yang enggan untuk mengetes atau berobat HIV/AIDS.

Di sisi lain, pemerintah tidak dapat memaksa seseorang untuk tes HIV.

“Karena tes HIV/AIDS tergantung keinginan yang bersangkutan. Kalau tidak mau, tidak bisa dipaksakan,” ujarnya.

Padahal, dinkes menyediakan perawatan dan pengobatan gratis pada penderita HIV/AIDS di fasilitas kesehatan milik pemeritah.

Disebutkan Widaya, obat antiretroviral (ARV) untuk penderita HIV diberikan seumur hidup.

“Kalau melalui kita, ada obat-obatan yang diberikan seumur hidup,” jelas Widya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses