banner 728x90

Warga Iran Turun ke Jalan Gara-gara Kesulitan Ekonomi, AS Siap-siap Intervensi

Avatar
Ribuan warga turun ke jalan di wilayah Mashad, Iran, memprotes kesulitan ekonomi. Foto: X@Osint613
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Kondisi Iran mencekam, saat ribuan orang turun ke jalan melakukan aksi protes antipemerintah.

Di tengah pemadaman internet nasional dan laporan puluhan korban tewas, Presiden AS Donald Trump pada Jumat (9/1/2026) mengeluarkan ancaman baru kepada para pemimpin Iran.

Peringatan Trump disampaikan saat demonstrasi berlangsung di berbagai kota Iran.

Otoritas setempat memutus akses internet untuk membendung arus informasi dan mengendalikan kerusuhan yang kian meluas.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mencatat puluhan demonstran tewas dalam hampir dua pekan terakhir.

Televisi pemerintah Iran menayangkan bentrokan jalanan dan kebakaran, sementara kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa beberapa petugas polisi tewas dalam semalam.

Trump, yang pada musim panas lalu memerintahkan pengeboman terhadap Iran dan pekan lalu memperingatkan bahwa AS dapat membantu para pengunjuk rasa, kembali melontarkan ancaman pada Jumat.

“Sebaiknya kau jangan mulai menembak karena kami juga akan mulai menembak,” katanya, dilansir Reuters mengutip CNBC, Sabtu (10/1/2026).

“Saya hanya berharap para demonstran di Iran akan aman, karena itu adalah tempat yang sangat berbahaya saat ini,” ujar Trump.

Namun, Trump juga memberi sinyal kehati-hatian.

Pada Kamis, ia mengatakan tidak berminat bertemu Reza Pahlavi, putra mendiang Shah Iran yang bermukim di Amerika Serikat, yang kerap disebut-sebut sebagai figur oposisi potensial.

Sikap itu dipandang sebagai tanda bahwa Gedung Putih masih menunggu perkembangan krisis sebelum secara terbuka mendukung tokoh oposisi tertentu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses