banner 728x90

Detik-detik Martin dan Hasan Habisi Aditya, Wartawan di Bangka Belitung

Avatar
Dua pelaku pembunuhan Aditya Warman saat rekonstruksi, Kamis (9/10/2025).
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Terungkap kronologis lengkap pembunuhan Aditya Warman (48), wartawan media online di Bangka Belitung, Kamis (7/8/2025) lalu.

Aditya dihabisi oleh Hasan Basri bin Harun Efendi (34) dan Martin bin Ishak (34), sekitar pukul 11.10 WIB.

Peristiwa itu terjadi di pondok kebun korban di Jalan Kurma, Kelurahan Air Kepala Tujuh, Kecamatan Gerunggang, Kota Pangkalpinang.

Hasan adalah tukang kebun yang dua bulan bekerja di pondok korban.

Momen rencana pembunuhan itu, terangkum dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Selasa (6/1/2026) di Pengadilan Negeri Pangkalpinang.

JPU Effendi membacakan dakwaan di depan Ketua Majelis Hakim Rizal.

Dua terdakwa sudah merencanakan pembunuhan itu tanggal  3 Juli 2025 sekira pukul 20.00 WIB.

Martin menemui Hasan yang bekerja sebagai penjaga kebun korban dan menginap di sana.

Keduanya bermain judi slot dan kehabisan uang.

Kondisi itulah muncul niat dua terdakwa ingin membunuh korban dan menguasai harta benda.

Martin mengatakan pada Hasan, kapan mengambil mobil korban.

“Yo kita ambil mobil bapak dan ambil uangnya,” ucap Martin kala itu.

Hasan bingung caranya, namun dijawab Martin menjadi urusannya.

Pada 3 Agustus 2025 pukul 20.00 WIB, Martin menemui  Hasan Basri lagi di pondok kebun.

Saat itu Martin mengeluh  karena tidak ada uang untuk bermain judi slot.

Martin kembali mengajak Hasan untuk membunuh korban.

“Kapan kita bunuh bapak itu,” tanya Martin.

Kemudian mereka berbagi peran, ada yang mengajak korban berbicara.

Lalu ada yang memukul korban dari belakang.

Pada hari eksekusi, Kamis 7 Agustus 2025 sekira pukul 08.40 WIB, korban meminta Hasan untuk merapikan pondok.

Karena korban ada pertemuan dengan saksi Rayhan Arellio als Ray.

Pertemuan antara saksi Ray dengan korban berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB.

Setelah mereka berbincang-bincang, korban  menyuruh Hasan mengambil foto antara korban dengan saksi  Ray.

Setelah itu saksi  Ray pulang dan tinggal korban dan Hasan di pondok.

Pukul 11.00 WIB, Martin datang ke pondok kebun dan korban sempat bertanya kepada Hasan Basri mengapa Martin datang ke pondok kebun.

Hasan Basri menjawab Martin mau membantu ambil bambu untuk membuat kandang ayam.

Selanjutnya Martin duduk di kursi semen di halaman depan kandang puyuh dan memberi isyarat kepada Hasan, mengajak korban mengobrol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses