banner 728x90

Dibangun Rp1,5 M, Dapur SPPG di Mentok Tak Dapat Beroperasi, Ini Penjelasan BGN

Avatar
Ketua Yayasan Mitra Sehat Nol Delapan, Dadang Destari Putra. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) program makan bergizi gratis (MBG) di Kampung Air Samak, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat (Babar), Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, belum dapat beroperasi.

Penyebabnya, bangunan tidak layak karena bukan terbuat dari beton.

Hal itu berdasarkan hasil survei Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Dinding bangunan dapur SPPG itu, menggunakan GRC (Glassfiber Reinforced Concrete) sehingga tak masuk spesifikasi.

Pemilik bangunan sekaligus Ketua Yayasan Mitra Sehat Nol Delapan, Dadang Destari Putra mengungkapkan kondisi tersebut.

Menurutnya, dapur sudah siap beroperasi, termasuk peralatan memasak dan perlengkapannya.

“Persyaratan minimal yang diwajib diupload di portal sudah kami siapkan,” kata Dadang dilansir dari lintasbabel.iNews.id, Senin (6/1/2026).

Dadang menyebutkan, izin operasi terkendala setelah disurvei oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Bangunan daput tidak terbuat dari beton melainkan GRC.

Dia mengungkapkan dapur SPPG itu menghabiskan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.

“Sepengetahuan saya permanen tidak permanen itu adalah Hak KementErian PU melaluai SimBG. Dan kontaminasi silang itu yang berhak menentukan Dinas Kesehatan,” ucapnya.

“SPPI tidak mempunyai kualifikasi ataupun klasifikasi untuk menentukan itu. Permanen tidak permanen. kontaminasi silang atau tidak,” kata Dadang.

Alasan Dadang memilih dinding berbahan GRC karena mempertimbangkan iklim di Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses