JURNALINDONESIA.CO – Plt Kepala Dinas Koperasi dan UKM Babel Ari Primajaya menyambut kedatangan Gubernur Bangka Belitung Hidayat Arsani, saat menyerahkan bantuan, Rabu (24/12/2025).
Hidayat Arsani mendorong UMKM tidak sekadar bertahan, tetapi naik kelas dan mampu bersaing di era digital.
Sebagai bentuk dukungan tersebut, Pemprov Babel menyerahkan bantuan peralatan pendukung produksi dan digitalisasi pemasaran bagi pelaku UMKM, sekaligus hadiah bagi para pemenang Program Gempur (Gerakan Mahasiswa Pendamping KUR) Tahun 2025, di Halaman Kantor Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Gubernur hadir menyerahkan bantuan kepada para pelaku UMKM.
Bantuan ini diarahkan untuk memperkuat kapasitas produksi, memperluas akses pasar, serta mempercepat transformasi digital UMKM agar mampu menjawab tantangan ekonomi yang semakin dinamis.
Gubernur Hidayat menegaskan total bantuan senilai Rp560 juta yang bersumber dari APBD Tahun 2025 merupakan wujud keberpihakan pemerintah kepada ekonomi rakyat.
“Bantuan ini dari rakyat dan kami kembalikan sepenuhnya untuk rakyat. Saya ucapkan selamat, semoga dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk mengembangkan usaha,” ujar Gubernur.
Ia menyampaikan, bahwa UMKM merupakan denyut nadi perekonomian Bangka Belitung. Mulai dari usaha rumahan, bengkel kecil, hingga kios sederhana, UMKM telah menjadi penopang ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta menopang kehidupan banyak keluarga.
Menurutnya, bantuan peralatan dan digitalisasi ini diharapkan mampu mempercepat langkah UMKM untuk naik kelas, di tengah berbagai tantangan seperti keterbatasan alat produksi, persaingan pasar yang ketat, hingga tuntutan adaptasi teknologi.
“Program ini akan terus berlanjut di tahun depan. Bantuan diberikan sesuai kebutuhan pelaku usaha. Tinggal ajukan saja. Saya juga minta pelaku UMKM tanggap terhadap informasi permodalan. Dinas terkait harus aktif memberikan informasi dan pendampingan,” tegasnya.
Bantuan yang diserahkan pada kesempatan tersebut meliputi peralatan usaha produksi dan pengawetan, berupa mesin pengolahan seperti mixer, oven gas, kompor gas, pencacah kompos, penggiling daging, freezer, dan showcase.
Untuk usaha jasa, bantuan berupa peralatan perbengkelan seperti kompresor, mesin bor, dan mesin bubut. Selain itu, turut disalurkan sarana digitalisasi berupa printer, serta peralatan pemasaran berupa etalase.
Secara keseluruhan, bantuan diberikan kepada 53 pelaku UMKM dengan total 94 unit peralatan, yang telah disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing jenis usaha.













