banner 728x90

2.500 Mangrove Ditanam di Desa Beriga, Merawat Laut di Tengah Ancaman Tambang dan PLTN

Avatar
Penanaman mangrove di pantai Desa Beriga, Sabtu (20/12/2025). Foto: WALHI Babel
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Demi menjaga alam terus lestari, WALHI Kepulauan Bangka Belitung bersama warga Desa Batu Beriga, Kecamatan Lubuk Besar, Kabupaten Bangka Tengah, menanam 2.500 pohon mangrove, Sabtu (20/12/2025).

Kegiatan itu juga diikuti Komunitas Orang Muda Pangkalpinang, menjadikan Pantai Payak Duri-Bakong, Desa Batu Beriga, sebagai tempat menabur kebaikan.

Desa Batu Beriga terancam oleh perubahan iklim dan rencana aktivitas manusia, baik pertambangan maupun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

Mangrove dipilih karena memiliki manfaat luar biasa, untuk menjaga pesisir pantai.

Kegiatan ini diramaikan juga Sahabat WALHI, KOPASSAS, Green Generation, Komunitas Vespa Bangka Belitung, serta warga Desa Batu Beriga.

Regi Yoga Pratama, Manager Advokasi dan Kampanye WALHI Kepulauan Bangka Belitung dalam keterangan mengatakan, penanaman mangrove sebagai mitigasi dan adaptasi perubahan iklim.

“Perubahan iklim global membuat wilayah pesisir Bangka Belitung rentan ancaman sedimentasi, abrasi maupun banjir rob akibat gelombang ekstrim dan rusaknya ekosistem pesisir,” kata Regi, Minggu (21/12/2025).

Spanduk penolakan IUP PT Timah di Laut Beriga.

Desa Batu Beriga berada di pesisir timur Pulau Bangka.

Sebanyak 90 persen warganya hidup dari kelestarian ekosistem laut.

Dariyus, nelayan desa setempat mengungkapkan, ancaman tidak cuma datang dari perubahan iklim.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses