JURNALINDONESIA.CO – Dede Adam orang tua Dhaifu Alafta Azmi Amrullah menyatakan tak akan berdamai dengan Plh Kasatpol PP Bangka Indrata Yusaka, yang diduga melakukan penganiayaan terhadap anaknya.
Apalagi, menurut Dede, saat dirinya menghubungi Indrata melalui video call, justru mendapat sambutan kurang baik.
“Saya ingin meminta penjelasan, ternyata saya juga mendapat sikap arogansi. Ketika anak saya memberi HP untuk bicara, dia mengatakan tidak ada urusan pada orang tua Dhaifu, itu ucapnya. Kalau orang tuanya mau, datang ke Jogja,” kata Dede saat jumpa media di Toboali, Bangka Selatan, Jumat (18/12/2025).
Dede mengaku oknum Satpol PP tersebut menantang dirinya dengan nada rasis.
Padahal, tujuan dia video call itu, ingin melakukan pendekatan secara persuasif ketika anaknya dalam kondisi syok.
Dede juga menyinggung Pj Sekda Bangka Tony Mirza, pada saat mediasi oleh Kapolsek di Asrama ISBA membela anak buahnya, seolah-olah tidak terjadi sesuatu.
“Padahal, dari hasil visum ada bukti terjadi insiden penganiayaan. Pemukulan dan penganiayaan pada anak kami Dhaifu Alafta Azmi Amrullah. Ingat sampai kapanpun, nyawa saya taruhannya, saya tidak akan pernah damai pada Anda. Anda sudah melakukan rasis dan rekaman itu ada,” ucap Dede.
Dede tak membantah masih punya hubungan kekerabatan dengan Bupati Bangka.
“Saya menelpon Bupati hanya minta difasilitasi bukan intervensi. Anda kira Dhaifu ini lahir dari lubang knalpot, disebut tidak ada urusan dengan orang tuanya, setelah Anda cekik, tendang,” ungkap Dede Adam.











