JURNALINDONESIA.CO – Profil Justiar Noer, tersangka kasus mafia tanah Rp45,9 miliar di Lepar Pongok, Kabupaten Bangka Selatan.
Dia adalah Bupati Basel dua kali, pertama masa jabatan 2005-2010 dan kedua 2016-2020.
Justiar ditahan Jaksa bersama mantan anak buahnya, Camat Lepar Pongok 2016-2019 Dodi Kusuma, mulai Kamis (11/12/2025) hingga 20 hari ke depan di Lapas Tuatunu, Pangkalpinang.
Justiar lahir di Toboali, tanggal 23 Desember 1950 atau saat ini menjelang 75 tahun.
Pada usia 70 tahun, Justiar meraih gelar doktor bidang ilmu pemerintahan dari IPDN pada tahun 2020.
Pendidikan dasar Justiar di Toboali, Sekolah Rakyat Negeri 1 (lulus pada tahun 1963) dan di SMP Negeri 1 (lulus pada tahun 1966), sebelum menempuh pendidikan di SMA Negeri 1 Pangkalpinang hingga lulus pada tahun 1970.
Lalu dia menyelesaikan kuliah di Akademi Teknologi Negeri (ATN) Bandung, dengan gelar BAE setelah lulus pada tahun 1976, Jurusan Arsitektur.
Justiar melanjutkan S1 di FKIT IKIP Bandung dan lulus pada tahun 1982.
Tak puas kuliah, saat bekerja sebagai PNS di Bengkulu, Justiar masuk Unihaz Bengkulu jurusan pendidikan teknik sipil.
Gelar magister manajemen diperoleh dari Sekolah Tinggi IPWI, Jakarta, tahun 2000.
Sementara, gelar magister kedua dari Institut Pertaian Bogor, jurusan Kelautan dan Perikanan pada tahun 2011.
Riwayat pekerjaan
– PT BIEC, Bandung sejak tahun 1973 hingga 1974
– PT Team 4 Architect Engineering, sejak tahun 1975 hingga 1982, dalam bidang konsultan arsitek dan teknik.
– Resident engineer konsorsium sejumlah proyek beberapa lembaga/departemen di Bengkulu, tahun 1981 hingga 1985.
– Subdin Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Bengkulu, masing-masing sebagai Staf Teknik (1982–1988), Kasi Tata Usaha (1988–1993), dan Kasi Tata Bangunan (1993–1998).
– Anggota TIM AMDAL Provinsi Bengkulu sejak tahun 1994 hingga 2000.













