JURNALINDONESIA.CO – Negara Bangladesh dan Turki saat ini sedang membangun Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).
Indonesia seharusnya tidak boleh tertinggal dari dua negara tersebut, dalam penyediaan energi nuklir.
Hal itu diungkap Kepala Biro Fasilitasi Kebijakan Energi dan Persidangan Dewan Energi Nasional (DEN) Yunus Saefulhak, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, nuklir sebagai penyeimbang target dekarbonisasi sektor energi.
Yunus mengungkapkan nuklir adalah energi baru dan terbarukan yang harus dikembangkan.
“Nuklir penyembimbang untuk menurunkan tingkat emisi,” kata Yunus saat seminar bertema Outlook Energi Indonesia 2026 di Menara Danareksa, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025).
Menurutnya, target pembauran Energi Baru Terbarukan (EBT) pada 2030 adalah 19–23 persen.
Pada 2060, ditargetkan baurannya bisa mencapai 70–72 persen.













