JURNALINDONESIA.CO – Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya akan memangkas anggaran kunjungan kerja dan tunjangan DPRD Babel.
Pernyataan itu disampaikan Didit saat menerima ribuan mahasiswa dalam Aliansi Gerakan Babel Menggugat, Senin (1/9/2025).
Sebelumnya, mahasiswa dari berbagai elemen, HMI, PMII, GMNI, IMM, dan Permahi berorasi di depan Kantor DPRD Babel.
Mahasiswa mengecam tindakan aparat kepolisian yang melakukan kekerasan saat mengamankan aksi demo di sejumlah wilayah Indonesia.
Mereka juga menyoroti tentang gaji dan tunjang DPR yang tak memikirkan nasib rakyat.
Dalam skala isu lokal, mahasiswa mendesak agar setop rencana PLTN dan cabut IUP PT Timah di perairan laut Babel.
Kemudian mahasiswa masuk ke ruang rapat paripurna dan ditemui Gubernur Babel Hidayat Arsani, Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya, Kapolda Babel Irjen Pol Hendro Pandowo, Kabinda Babel Jusac Tarigan, dan unsur Forkopimda lainnya.
Didit pada kesempatan itu menyatakan akan memangkan kunjungan kerja dan tunjangan dewan mulai, Selasa (2/9/2025).
“Kita terima aspirasi kawan-kawan mahasiswa,” kata Didit seraya meneriakkan Hidup Mahasiswa.
Politisi PDI Perjuangan ini juga berupaya menyelesaikan sejumlah masalah di Babel.
DPRD Babel, katanya, akan memanggil pihak PT Timah terkait Izin Usaha Pertambangan (IUP) di Desa Batu Beriga, Kabupaten Bangka Tengah.
“Lalu usulan pencabutan Hutan Tanaman Industri, sudah disampaikan ke Dirjen,” ujarnya.
Aksi damai mahasiswa mendesak 10 tuntutan di DPRD Babel.
Koordinator aksi Alwi Syah mengatakan aksi demo ini sebagai bentuk protes kekerasan yang dilakukan aparat di Jakarta dan daerah lainnya.














