banner 728x90 banner 728x90

Sudewo Bupati Pati Ogah Mundur Meski Didemo Ribuan Warganya, Pilih Minta Maaf

Suasana demo di depan Kantor Bupati Pati, Jawa Tengah, Rabu (13/8/2025).
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Meski didemo ribuan warganya, Bupati Pati, Jawa Tengah, Sudewo menolak mengundurkan diri, Rabu (13/8/2025).

Padahal tuntutan warga dalam demo yang diwarnai kericuhan itu adalah agar Sudewo mundur.

DPRD Pati membentuk panitia khusus (pansus) hak angket kebijakan Bupati Pati.

Demo besar-besaran di Alun-alun Kabupaten Pati yang terletak di depan Kantor Bupati Pati, itu buntut kebijakan Sudewo yang menaikkan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB-P2) sebesar 250 persen.

Sudewo sudah membatalkan kebijakan itu pada Jumat (8/8/2025).

Namun, pendemo tak peduli dan tetap melakukan aksi menuntut Sudewo mundur.

Warga terlanjur geram atas pernyataan Sudewo sebelumnya, yang terkesan menantang terkait penolakan kenaikkan PBB-P2.

“Siapa yang mau menolak, saya tunggu, silakan lakukan. Bukan hanya 5.000, 50.000 orang pun saya hadapi. Saya tidak akan gentar. Saya tidak akan mengubah keputusan,” kata Sudewo pada Rabu (6/8/2025).

Tantangan Sudewo itu dijawab kehadiran ribuan warga yang secara bergelombang sejak pukul 07.00 WIB.

Ahmad Husein, salah satu pendemo memperkirakan jumlah peserta demo Pati hari ini jauh melampaui tantangan yang pernah dilontarkan Bupati Sudewo beberapa waktu lalu.

“Persiapan hari ini diperkirakan 100.000 lebih (massa). Melebihi (tantangan), kami dapat tantangan 50.000,” terang Husein kepada media, dilansir TribunJateng.com.

Tuntutan massa demo pun mengarah pada dilengserkannya Sudewo dari kursi Bupati Pati.

Bahkan, menurut Husein, warga akan bertahan demo sampai Sudewo mundur dari jabatannya.

“Target tuntutan massa (Bupati) lengser. Kalau enggak lengser (hari ini, red), kami tetap bertahan di sini (Alun-Alun Pati),” tegasnya.

Pada Rabu siang pukul 12.16 WIB, Bupati Pati Sudewo akhirnya menemui massa, dengan berlindung di mobil rantis polisi.

Namun, saat menyapa para pendemo dari mobil, Sudewo terlihat dilempari botol air minum kemasan hingga sandal.

“Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh. Saya mohon maaf yang sebesar-besarnya, saya akan berbuat lebih baik,” ucap Sudewo, dilansir TribunJateng.com.

Kemudian, ajudan dan Brimob langsung sigap melindungi Sudewo dari lemparan massa dengan tameng.

Lemparan dari massa terus berlanjut, hingga Sudewo harus masuk kembali ke mobil.

Aksi demo menuntut Bupati Pati Sudewo mundur sempat diwarnai kericuhan; selain melempar botol air minum, massa juga memaksa menerobos masuk Kantor Bupati Pati dan membakar satu unit mobil provos milik Polres Grobogan.

Untuk mengurai massa, polisi menyemprotkan water cannon hingga gas air mata.

Pada Rabu siang pukul 14.30 WIB, aksi demo di Pati berhasil diredam oleh aparat keamanan.

Setelah aksi demonstrasi yang pecah di Alun-alun Kabupaten Pati dan diwarnai kericuhan, Bupati Pati Sudewo menyatakan permohonan maaf secara terbuka.

Selain itu, ia menyebut bahwa peristiwa demonstrasi ini menjadi pembelajaran penting, baik untuk dirinya maupun masyarakat Pati.

Ia juga mengumbar janji, akan berbuat lebih baik ke depannya.

“Saya sudah sampaikan tadi bahwa ini permohonan maaf saya, kemudian ini merupakan pembelajaran bagi saya,” ucap Sudewo saat ditemui seusai kegiatan di Pendopo Kabupaten Pati.

“Ke depan, saya akan berbuat baik, dan juga saya harapkan pembelajaran bagi seluruh rakyat Kabupaten Pati.” tambahnya.

“Jangan sampai peristiwa semacam ini terjadi kembali,” lanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses