banner 728x90 banner 728x90

Eks Ketua KPK Bambang Widjojanto Yakin Arya Daru Meninggal Akibat Pembunuhan, Ini Alasannya

Potret Arya Daru bersama istrinya. Foto: Istimewa
banner 468x60

JURNALINDONESIA.CO – Kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri Arya Daru Pangayunan tetap menjadi misteri.

Pasalnya, meski polisi menyatakan Arya Daru tewas akibat bunuh diri, namun sejumlah pihak meragukan itu.

Wakil Ketua KPK 2011-2015 Bambang Widjojanto meyakini Arya Daru bukan bunuh diri tetapi pembunuhan.

Alasannya karena ponsel korban hingga kini belum ditemukan.

Selain itu, keluarga diplomat Arya Daru dikabarkan menerima surat misterius setelah kematian Arya.

Surat tersebut berisi simbol-simbol aneh seperti bintang, love, dan bunga yang menimbulkan berbagai tafsir.

Dia mengungkapkan dalam vlognya bahwa kematian Arya Daru patut diduga pembunuhan karena beberapa alasan.

“Kalau orang bunuh diri biasanya membuat wasiat atau memberi alasan.

Namun sampai hari ini, handphone Arya belum ditemukan,” ujar Bambang, dikutip dari TribunnewsBogor.com, Selasa (12/8/2025).

Bambang mencurigai isi ponsel Arya yang hilang itu bisa menjadi alat bukti kunci.

“Pertama, Arya pergi bersama temannya. Kedua, dia berkomunikasi dengan keluarga. Ponsel itu sangat penting,” lanjutnya.

Kecurigaan lain muncul dari surat misterius yang diterima keluarga Arya Daru.

Surat itu diduga berasal dari Komnas HAM namun isinya kosong.

“Di surat tersebut terdapat simbol bintang, love, dan bunga yang tak biasa.

Ini menarik jika dikaitkan dengan dugaan pembunuhan profesional,” jelas Bambang.

Sampai saat ini keluarga Arya belum memberikan klarifikasi soal surat misterius ini.

Sementara itu, kepolisian telah menyimpulkan tidak ada keterlibatan pihak lain dalam kematian Arya, yang menurut polisi adalah bunuh diri.

Namun, publik masih meragukan kesimpulan ini karena sejumlah kejanggalan, seperti aktivitas terakhir Arya di rooftop gedung Kemenlu dan hilangnya ponsel korban.

Berikut rangkaian aktivitas Arya Daru sehari sebelum kematiannya:

07.03 WIB: Berangkat kerja

07.20 WIB: Sampai Gedung Kemenlu

07.30 WIB: Duduk di meja kantor

17.52-18.07 WIB: Bersama Vara dan Dion di mal Grand Indonesia

21.30 WIB: Sampai Gedung Kemenlu

21.43 WIB: Naik ke rooftop lantai 12 gedung Kemenlu

23.09 WIB: Turun dari rooftop

23.23 WIB: Pulang ke kosan terekam CCTV

23.26 WIB: Buang sampah terekam CCTV

07.39 WIB (8 Juli 2025): Ditemukan tewas dengan kepala terlilit lakban kuning di kamar kosan.

Kematian Arya juga memunculkan spekulasi soal hubungannya dengan Vara, pegawai Kemenlu yang terekam bersama Arya di mal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses